STOP HIV-AIDS NOW

Advertisements

CERPEN::Namaku bukan Laila

24 Mei 2007 – 06:07 (Diposting oleh: ICRP)
CERPEN::Namaku bukan Laila

Oleh : Dhea Dahlia

http://www.icrp-online.org/wmview.php?ArtID=286&page=2

Sudah tiga tahun berlalu masih selalu ku ingat peristiwa itu, yang memaksa hidupku menjadi manusia tanpa identitas. Hidup sebagai penjual sayuran tanpa tahu kapan akan ku akhiri semua ini. Bukan waktu yang singkat menjalani setiap menitnya untuk menguburkan masa laluku yang tak pernah ku sesali. Tapi terpaksa kulakukan, karena memang aku tak ingin menyerah , semoga dari setiap peluh yang ku keluarkan akan menjadi do’a bagi kebebasanku kelak. Pasar bukanlah tempat yang pernah ku impikan untuk menggantungkan hidup, tapi aku tak punya pilihan untuk mencari tempat yang tidak terlalu banyak mencuri perhatian orang, setiap harinya orang baru akan selalu datang dengan berbagai macam tujuan dan kepentingan.

Satu-satunya orang yang dapat kuandalkan adalah ma Aya, dia lah perempuan yang pertamakali ku temui di kota ini yang mengajakku berjualan di pasar dan mengenalkan ku sebagai keponakannya pada penjual lainnya, katanya aku adalah keponakannya yang datang dari Lampung. Dan mereka memanggilku Laila.

Isu relokasi pasar tradisional kerap kali dimunculkan pemda untuk mengambil keuntungan dari pedagang kaki lima seperti kami. Kalau terus begini, tak kuat rasanya untuk mengumpulkan pedagang membuat satu gerakan. Tapi kuingat pesan Abah yang selalu terngiang bahwa aku adalah satu-satunya saksi hidup yang kelak akan menyampaikan cerita pembataian komunitas dan keluarga ku di Tanah Daeng.

Memang belum ada yang bisa kulakukan, sejarah itu seakan menjadi cerita yang tak pernah nyata di negara ini, terkubur habis dan tak tersentuh. Tapi ku yakin, bangkai-bangkai yang terkubur itu akan berbicara, dan menyatakan yang sebenarnya. Aku tinggal menunggu waktu saja, pasti !.

Habis airmataku tak tersisa dengan peritiwa tragis itu. Kebudayaan dan sejarah kami musnah tak tersisa. Agama kami mengajarkan bagaimana hidup menghargai alam, menghargai tanah leluhur untuk keselamatan kehidupan generasi mendatang. Kami layak untuk mempertahankan tanah-tanah leluhur kami yang akan di jual negara pada pihak asing yang akan membangun lahan kami menjadi lahan pertambangan. Ingin rasanya kembali ke tanah Daeng, dimana tempatku dibesarkan dengan suku dan kepercayaan adat leluhur. Tapi sekarang, hanyalah mimpi. Tanah itu berubah menjadi lahan tandus yang penuh dengan mesin baja dan suara-suara bising pertambangan perusahaan Asing itu. Sering ku bertanya “siapa yang sebenarnya lebih nasionalis di tanah air ini? ‘ah, air mataku tiba-tiba mengalir deras. Aku tidak boleh menangis lagi, tidak!

Laila…..sudah selesai sholatmu nak! Ada yang ingin menemuimu ! Lihat siapa yang datang! Ku dengar Ma Aya memanggilku.

Hidup dengan ma Aya, seperti hidup dengan orang tua sendiri. Dia muslimah yang baik, karena dia selalu jujur jika mengatakan sesuatu termasuk ketika berjualan, tak banyak memang laba yang di dapatkannya, tapi dia bilang hidupnya berkah. Meskipun dia seringkali menyampaikan Islam yang dianutnya akan mengantarkannya ke surga,namun dia tak pernah mengatakan kafir kepadaku, dan bilang keyakinanku pada Islam keliru, walau ku tahu, dia bukankah orang yang terlalu paham sejarah agama. Di tanah Daeng, Islam kami adalah Islam yang diajarkan leluhur kami, yang sangat berbeda dengan Islam seperti yang di anut Ma Aya dan kebanyakan. Tapi bukan berarti komunitas kami layak dimusnahkan, dan difitnah dengan ajaran yang sesat.

24 Mei 2007 – 06:07 (Diposting oleh: ICRP)
CERPEN::Namaku bukan Laila

Halaman sebelumnyaKu lipat dengan segera mungkena yang kukenakan, dan bergegas melihat siapa yang datang. Biasanya jam lima sore seperti ini, Pas Marsad datang mengantarkan bawang merah yang kami pesan sebelumnya, sebelum ia bawa ke penjual lainnya. Ternyata dugaanku salah. “siapa mak?” tanyaku berbisik pada Ma Aya, setelah kulihat ada laki-laki duduk di warung, dekat dengan tempat kami berjualan. “Katanya temanmu di kampung “jawab mak Aya, sambil membersihkan kelopak kol yang kering. Aku tak punya teman laki-laki seperti dia ma, mungkin dia salah orang, Mak Aya saja yang menemuinya, karena kita harus menghitung pesanan langganan nanti” sahutku sambil menyibukkan diri membereskan beberapa karung kentang. “Katanya dia datang dari tempat asalmu”. Kontan aku terperanjat mendengar apa yang diucapkan ma Aya. Tungkai ku lemas, jantungku seperti berhenti berdetak! Tamatlah riwayatku! Tapi dengan segera kusimpan seluruh gelombang perasaaan yang tak menentu dengan satu bahasa, aku harus diam dan tidak ada yang akan kukeluarkan satu katapun tentang komunitas “Daeng”.

Ku temui laki-laki yang mirip tentara itu, meski aku sangat gugup dan kaku. “Permisi, anda mencari saya! “tanyaku pada laki-laki tersebut. Dia mengulurkan tanganya seraya berkata “kenalkan, nama saya Suraya, maaf saya mengganggu anda, Ratu Daeng Sahada mohon anda ikut dengan saya, ada yang ingin saya sampaikan mengenai orangtua anda”. Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, dengan segera kupotong pembicaraanya “maaf anda salah orang, saya bukanlah orang yang anda maksud”.Paras laki-laki tersebut kontan berubah menjadi sangar dan seperti hendak membentak ! Aku semakin panik, meski bukan sekali ini ku menghadapi orang-orang seperti itu, yang akan menculikku dan mungkin membunuhku kemudian, rupanya mereka sudah mencium tempat persembunyianku ini. Aku tak tahu harus bagaimana lagi menyelamatkan diri dari mereka. Aku seperti tak mempunyai negara yang melindungiku, jangankan untuk keberlansungan komunitas, bahkan untuk kehidupanku tak ada yang menjamin.

Ku mencoba menjawab tegar setiap pertanyaan yang dia ajukan, meski aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti ” apa yang bapak ingin dapatkan dari saya, tidak ada lagi yang saya miliki, selain pekerjaan ini. Namun tiba-tiba ma Aya menghardik lelaki itu “ Tadi kamu datang baik-baik ingin mencari Laila, ini Laila keponakan saya dari Lampung, baik-baiklah jika datang mencari orang, pergi ! pergi sana! Teriak mak Aya kuat sambil melemparkan sapu yang ada di tangannya. Segera ku dekap ma Aya untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan, karena ku tahu mereka akan melakukan apa saja untuk menangkapku. Kulihat orang mulai berkerumun karena teriakan-teriakan dari mak Aya. Solidaritas sesama pedagang cukup tinggi untuk saling menolong sesama pedagang. Tak kusangka orang itu pergi begitu saja, dengan memperingatkanku “jangan coba-coba berhubungan dengan media”.

Mak Aya menahan emosi dengan berlalunya laki-laki itu. “Maafkan ema Laila, mak pikir dia berhati baik, mungkin lainkali mak harus hati-hati” kudengar mak Aya menghiburku. Meski ku tahu banyak pertanyaan yang menyelimuti perempuan separuh baya itu, tapi ku masih harus diam, dan belum waktunya bercerita. Nada lelaki itu adalah ancaman yang mencoba membuatku takut untuk membuka persitiwa itu pada dunia luar.

Dini hari setelah mengangkut sayur-sayuran yang kami pesan sebelumnya, mak Aya kelihatan lelap tertidur diatas karung sayuran-sayuran yang belum terbuka. Tiba-tiba datang tiga orang berbadan tegap, menukik tanganku kebelakang, dan menutup kepalaku dengan kain yang amat kasar. Ku coba berontak dan berteriak, tetapi tenaga mereka begitu kuat, badanku serasa diseret, ku hanya bisa mendengar beberapa teman mak Aya berusaha menolongku, namun yang kudengar hanya kata-kata kasar yang keluar dari ketiga pengecut tersebut. beberapa penjual sayur berteriak “Laila dibawa, Laila di culik! Kemudian tiba-tiba semuanya menjadi gelap dan aku tak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan diriku, saksi hidup dari komunitas Daeng.

YuK..Peduli Tubuh

Ini ada beberapa tulisan tentang MITOS DAN REALITAS yang terkait dengan tubuh kita. Lebih lengkapnya teman-teman bisa buka di www.pkbi.or.idsemua penting dan penting untuk semuaMenjaga alat kelamin

  • Mencuci alat reproduksi setelah buang air kecil maupun buang air besar sangat penting biar tidak menjadi lembab bro! Setelah bersih segera keringkan daerah alat reproduksi dengan handuk atau kertas tisu.

  • Celana dalam seharusnya diganti setelah mandi atau minimal dua kali sehari. Kalau pada sekitar alat reproduksinya lembab (mudah basah/berkeringat) disarankan penggantian celana dalam lebih sering

  • Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun, dan hindari celana dalam bekas pakai atau punya orang lain.

  • Jaga kelembaban daerah alat reproduksi, jangan sampai terasa basah dalam waktu lama. Segera basuh/cebok dan keringkan daerah alat reproduksi bila terasa sangat lembab atau basah

  • Jangan menggunakan celana terlalu ketat karena akan mengganggu alat repduksi

MITOS

  • Masturbasi/onani bisa menyebabkan dengkul kopong sperma tidak diproduksi di dalam dengkul, melainkan ditestis. Pada tubuh remaja laki-laki yang sehat, dalam sehari sperma diproduksi lebih dari 50 juta sel. Setelah mastrubasi/onani bisanya timbul rasa lelah karena mengeluarkan energi seperti melakukan hubungan seksual. Pada saat itu otot memang berada pada kondisi yang amat rileks.

  • Masturbasi dapat membuat ejakulasi dini. Pendapat ini mitos ….. Ejakulasi dini disebabkan karena faktor psikologis juga karena gangguan organ reproduksi. Jadi masturbasi/onani buka merupakan penyebab terjadinya enjakulasi dini.

  • Ini juga mitos…Sering masturbasi bisa membuat mandul

Secara medis masturbasi tidak menganggu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman(tidak menimbulkan luka/lecet). Kemandulan biasanya akibat dari IMS atau penyakit lainnya, seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik.

  • Perempuan masih perawan berdarah pada malam pertama..(em..ini juga mitos)
  • Selaput dara sangat tipis dan elastis, letaknya sekitar 1 – 2 cm dari vagina sehingga sobeknya tidak mengeluarkan darah yang banyak dan merah (karena juga bercampur dengan cairan yang keluar pada permpuan ketika dia merasa terangsang). Dengan demikian, tidak setiap perempuan akan mengeluarkan darah ketrika berhubungan seks pertama kali.
  • Payudara bisa diperbesar dengan diremas. Payudara tidak bisa diperbesar dengan diremas. Bila saat diremas payudara membesar, itu karena rangsangan dan pembesaran itu bersifat temporer. Setelah itu akan kembali seperti semula. Sedangkan besar kecilnya payudara dipengaruhi oleh faktor keturunan, gizi dan proporsi tubuh.
  • Penis dapat diperbesar dengan di rendam air teh. Seperti halnya payudara, besar kecilnya penis dipengaruhi oleh faktor keturunan dan proporsi tubuh. Selain itu pada penis terdapat tidak terdapat otot yang dapat dilatih (diperbesar) seperti kalau orang memperbesar lengan tangannya. Jika penis membesar dalam air teh, pembesaran itu bersifat temporer. Sampai sekarang belum pernah ada penelitian mengenai air teh untuk memperbesar penis.
  • Petting atau gesek-geasek kelamin di bagian luar tidak menyebabkan hamil. Mungkin ada benarnya. Kehamilan terjadi karena sperma membuahi sel telur (ovum). Tapi bukan berarti gesek-gesekan di bagin luar vagina bisa bebas hamil. Apabila terjadi ejakulasi, sperma yang tercecer di daerah luar vagina bisa berenang lewat cairan vagina. Jika terus menjadi kebiasaan petting bisa saja menyebabkan kehamilan.
  • Jika berhubungan seksual satu kali tidak akan menyebabkan kehamilanPendapat ini keliru, pada prinsipnya pertemuan sperma dan sel telur mengakibatkan terjadinya pembuahan terutama jika dilakukan pada masa subur walaupun dilakukan hanya satu kali.
  • Loncat-loncat setelah hubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilanSebenarnya, ketika sperma sudah masuk ke vagina maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang.
  • IMS dapat dicegah dan diobati dengan minum segala jenis antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks. Pendapat ini tidak benar, karena tiap IMS mempunyai karakter khas yang berbeda satu sama lain. Jadi butuh obat dan penanganan yang berbeda.
  • Kondom berpori-pori dan bisa menularkan AIDS
  • Tidak benar jika kondom berpori-pori karena kondom terbuat dari karet (lateks) sehingga sperma dapat tertampung dengan baik dalam kondom
  • Hubungan dengan penderita HIV/AIDS. Beberapa mitos yang salah yang sering terjadi di masyarakat adalah bahwa berhubungan sosial dengan Odha (orang dengan HIV/AIDS) akan membuat kita tetular, seperti bersalaman, menggunakan WC yang sama, tinggal serumah, atau menggunakan sprei yang sama dengan Odha

Keterangan lebih lanjut hubungi :
SKETSA
Jl. Peruk No. 6
Bukit Duri Jakarta Selatan
t 62-21-9237125
f 62-21-8296163
e sketsa@ypi.or.id